"Aku baru saja bermimpi aku masuk neraka."
Sesudah itu, tak ada kabar lagi tentangnya. Surat, suara, bahkan desah nafas yang dibawa angin. Hari itu hari Jumat, aku ingat benar. Bukan karena hari itu adalah hari terakhir aku bertemu dengannya. Tapi cenderung semata-mata karena hari itu adalah hari Jumat. Sederhana.
Tak sempat kutanyakan nerakamu itu seperti apa. Tapi kuduga nyaris tak ada beda dengan surga. Kecuali jauh lebih panas. Sederhana
1 komentar:
swih mantap gan puisi sederhananya
Poskan Komentar